Oleh : 

Dr. Amir Hamzah, M.A (Dosen STITMU)

Alhamdulillah dengan rahmat Allah SWT akan segera terbit Buku Dinamika Pembelajaran Karakter Persepektif pesantren Seri Desertasi karya Dr. Amir Hamzah, M.A yang dapat menjadi khasanah keilmuan bagi kita semua keluarga besar civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT-MU) Bangkalan berikut kata pengantar yang ditulis langsung oleh pengasuh PP Miftahul Ulum Al-Islamy Congaban.

Kata Pengantar

Oleh: KH. M. Ilyas Khotib

 

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Islamy

Modung Bangkalan

 

Pesan Moral dari Pondok Pesantren

Alhamdulillah, rasa salut dan bangga saya utarakan kepada penulis buku ini, yakni Saudara Dr. Amir Hamzah, M.A. Untuk mewujudkan buku ini tentu dibutuhkan keuletan dan ketelitian yang tinggi serta bahan rujukan yang tidak sedikit. Meskipun penulis aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk sebagai dosen di STIT Miftahul Ulum (Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Islamy Modung Bangkalan), tetapi beliau masih bisa meluangkan waktu untuk memberikan sumbangsih demi terwujudnya buku di hadapan kita. Hadirnya buku ini sekaligus ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya umat Islam.

Tulisan Saudara Dr. Amir Hamzah, M.A., ini adalah sebuah upaya untuk mengaktualisasikan dan mengejawantahkan nilai-nilai karakter Islam yang diambil dari tradisi-tradisi pesantren untuk selanjutnya mengharapkan mendapat dukungan para akademisi serta menjadi bahan renungan tenaga-tenaga pendidik untuk dikembangkan secara adaptif.

Dalam Islam, pendidikan memiliki peran dan fungsi yang sangat signifikan dalam kehidupan manusia. Pendidikan yang didapatkan seseorang tentu akan mempengaruhi cara berfikir dan cakrawala pandangannya tentang kehidupan, cara-cara dalam bekerja maupun teknik berkarya, sehingga secara kolektif sistem pendidikan yang disertai penanaman nilai-nilai keislaman akan mempengaruhi tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang sudah tentu diharapakan dapat memberikan dampak besar bagi perubahan tatanan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Kesuksesan sistem pendidikan tentu saja tidak cukup hanya sekedar diukur dari peningkatan besaran anggaran pendidikan yang harus dikeluarkan oleh negara, sebab pembengkakan anggaran tidak akan berarti apa-apa bila tidak dibarengi dengan ketulusan pandangan terhadap pendidikan itu sendiri. Maka,untuk mencapai hal tersebut, diperlukan berbagai penguatan (reinforcement) pada semua aspek tatanan pendidikan, termasuk pembelajaran karakter (character building) yang dilandasi dengan penguatan keimanan yang mengarah kepada ketakwaan.

Terlebih saat sekarang pada kurun waktu yang jika dilihat dari segala aspek tata kehidupan sudah bergeser pasca era globalisasi, keringnya spiritualitas serta karakter Islami dalam kehidupan masyarakat sangatlah terasa disaat realitas kehidupan semakin menuntut masyarakat memandang materi sebagai tujuan hidup dan melupakan spiritualitas agama. Karakter semacam ini yang justru akan menjatuhkan posisi manusia dari makhluk spiritual menjadi makhluk material. Pada titik inilah, penanaman karakter yang menjadi tradisi pesantren patut dikembangkan untuk mengembalikan ruh manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Akhir kata, saya berdoa semoga karya ini membawa barokah dan manfaat bagi penulisnya serta bagi kita semua. Amin ya Robbal ‘alamin.

 

 

Bangkalan, 17 Juli 2017

Hormat saya,

M. Ilyas Khotib

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *