Dhomir mukhatab dalam kalimat sholawat yang berbunyi “shola tu wassalamu alika ya rosulullah” menurut kalangan santri secara Bahasa berarti “dia laki yang hadir dan ada langsung bertatap muka dengan yang mengucapkan” hal tersebut menurut beliau memberikan isyarat pada kita ummat rosulullah bahwa dalam setiap acara maulid yang kita lantunkan sholawat atas nabi tidak lain dan tidak bukan mengharap kehadiran dan syafaat rosululloh langsung . itulah sepengal sambutan tunggal dari K.H Ayub Musthofa dalam acara isthighasah dan sholat tasbih serta peringatan maulid baginda nabi besar Muhammad SAW malam tadi.

Malam itu acara berlangsung begitu meriah . dengan rentetan acara yang singkat cermat dan padat . setelah magrib acara dimulai dengan agenda rutin tiap bulan pesantren tapi diawali dengan kumandang sholawat dari group banjari nurus shofa yang dilanjutkan dengan pembacaan isthighasah serta sholat isya bersama sebelum akhirnya kita seluruh keluarga besar PP. Miftahul ulum Al-Islamy menlaksanakan sholat tasbih. Setelah dzikir acara dilanjutkan ke acara inti yakni rentetan peringatan mauli nabi besar Muhammad saw. MC malam itu membacakan susunan acaranya dengan lugas pastinya yang membuat admin merasa kagum adalah rentetan acara nya tidak membosankan serta padat . diawali dengan pembukaan bil fatihah dan dilanjutkan dengan sambutan tunggal atas nama pengasuh PP Miftahul Ulum Al-Islamy oleh KH Ayub Muthafa acara berlanjut pada sesi yang lain yaitu santunan kepada anak yatim yang di iringi dengan pembacaan shorofal anam oleh banjari unik nya lagi acara selanjutnya yang merupakan acara istirahat selain di selingi oleh dua acara lain yaitu pembagi hadiah kepada pemenag lomba mushbaqoh tilawatil quran dan dengan diiringi oleh dendang sholawat dari group banjara nurus shofa  sebelum akhiranya menginjak pada acara inti yaitu ceramah agama dari KH. Sahuri yang dari kota sampang.

Dalam ceramahnya beliau dengan lugas menjabarkan banyak hal tentang maulid nabi yang diawali dengan penjelasan bahwa maulid nabi yang dirayakan oleh kita ummat Muhammad memang secara syariat tidak ada tuntunannya seperti halnya ibadah lain sperti sholat puasa dll , tapi dalam kajiannya hal ini di perbolehkan karena sebagai sarana kecintaan ummat Muhammad keapada nabinya yang bahkan dilambangkan dengan cara berdiri dari tempat duduk kita (mahalul qiyam). Hal ini bisa kita lihat pada salah satu tradisi yang ada pada negara kita sebut saja perayaan kemerdekaan negara Republik Indonesia sebagai perbandingan setiap  tanggal 17 agustus kita merayakannya dan saat menyanyikan lagu kebangsaan kita semua di mohon untuk berdiri. Hal ini seakan memberikan gambaran betapa tradisi kita dan negara kita ini sangat lekat sekali di pengaruhi oleh ulama pejuang kemerdekaan kita terdahulu. Selanjutnya ada hal lain yang beliau sampaikan da;am kesmpatan saat itu yaitu masalah keajaiban dan mukjizat nabi yaitu al-quran, mungkin kita tidak bisa melihat langsung saat nabi kita mengeluarkan air dari ujung jarinya dan kita ummatnya juga tidak bias melihat langsung saat bulan terbelah oleh nabi  kita tapi Allah adil dengan meninggalkan satu mukjizat lain yang masih ada sampai sekarang yaitu kitan suci Al-Quran yang dapat kit abaca sampai sekarang. Al-quran merupakan mukjizat paling besar bagaimana tidak dari seorang nabi muhaamd yang tergolong ummi yang berarti Dari sisi bahasa, kata ummi ini mempunyai banyak arti. Hal ini dapat kita lihat ketika Allah mengungkapkan kata ummi dalam al-Qur’an. Dalam al-Qur’an, kata ummi ini tidak hanya ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW saja, tetapi juga kepada masyarakat Arab, dan kaum Yahudi. Kata Ummi, jamaknya ummiyyun (ummiyyin) artinya orang yang buta huruf, tiada tahu tulis baca.  Secara istilah, ummi adalah ketidaktahuan baca dan tulis bagi Nabi sebagai salah satu mukjizatnya.  Banyak ahli tafsir yang mengartikan ummi dengan buta huruf, tetapi beberapa ahli tafsir lainnya berpendapat bahwa ummi bukan berarti buta huruf, melainkan diartikan sebagai orang yang tidak mendapat al-Kitab, dan orang yang tidak cakap menulis. Adapun yang dimaksud dengan ummiyyin adalah orang-orang yang tidak tahu membaca dan menulis. Kebanyakan orang-orang Arab pada masa Rosulullah saw. berkeadaan demikian. bahkan  rosulullah tidak pernah mengenyam pendidikan formal seperti layaknya kita, tapi ditangan beliau  sekarang lahir sebuah buku tebal yang tingkat seni Bahasanya tinggi dan bahkan akurasi matematikanya pas salah satu contoh tentang penyebutan kata dan antonimnya yang sama kata tersebut diantaranya dapat dilihat pada tabel berikut :

 

Beberapa kata lain yang menarik dari tabel tersebut adalah kata “syahr (bulan)” yang disebutkan sebanyak 12 kali yang menunjukkan bahwa jumlah bulan dalam setahun adalah 12, dan kata “yaum (hari)” yang disebutkan sebanyak 365 kali yang menunjukkan jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari. Beliau menjelaskan betapa banyak keajaiban dalam al-quran kalau di bahas semua sampai subuhpun tidak akan selesai.

 

Malam itu berakhir dengan doa yang dipimpin oleh KH sahuri langsung diiringi bubarnya para Jemaah. Semoga tradisi baik ini terus berlanjut bahkan lebih besar lagi acaranya  . thanks cayoo go go go congaban.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.