Dewasa ini banyak bermunculan model baru dalam pendidikan yang salah satunya adanya integrasi antara pesantren dan pendidikan formal. Sebut saja kampus kenamaan seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang . tempat dimana admin menimba ilmu , disana ada model yang seperti ini dan kita semua tahu bahwa itu lah sebab kenapa kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang disegani dan perkembangannya sungguh pesat karena banyaknya bantuan yang berasal dari serikat islam internasiaonal. Sebut saja salah satunya adala IDB (Islamic Development Bank).

Ada saat pada suatu kesempatan admin seresehan bulanan dengan pengassuh di teras dalem tempat biasanya admin membackup camera CCTV , saat itulah terjadi obrolan santai anatara kami, beliau memulai pembicaraannya dengan becerita tentang keheranannya kemaren ketika mengujungi salah satu kolega beliau yaitu bupati gresik yang sekaligus adalah pengsuh salah satu pondok kenamaan di gresik , ceritanya waktu itu pengasuh dan keluarga berkunjung dan bersilaturrahmi ke pesantren tersebut tahaddust bin ni’mah. Ketika beliau mengatakan kalua beliau K.H Ilyas Khotib pengasuh PP. Miftahul Ulum Al-Islamy Modung bangkalan, alangkah terkejutnya tuan rumah dan merasa bahagia sekaligus bangga karena di datengi oleh ulama besar Madura yang memiliki konsep pendidikan yang sangat baik menurutnya, dalam benak pengasuh kita apanya yang istimewa dimana dimana yang namanya pesantren ya seperti apa yang ada di congaban menurut beliau. Tapi waktu itu sang bupati gresik tersebut bercerita bahwa apa yang berjalan di PP. Miftahul Ulum Al-Islamy sungguh meruapakan hal yang luar biasa karena dapat menrapakan dengan baik konsep “Belajar formal dan wajib tinggal di pesantren” nah itu dia kelebihan PP. Miftahul Ulum Al-Islamy yang baru disadari pengasuh kita.

Perbincangan kami berlanjut terus waktu itu bupati gresik tersebut bercerita pada pengasuh kita . model pendidikan yang dijalani oleh PP. Miftahul Ulum Al-Islamy ini sangat susah sekali diterapkan didaerah perkotaan seperti gresik . rata – rata santri berangkat dari rumahnya masing masing , dan kalau diwajibkan mondok maka pesantren akan mengalami kelesuhan dengan tidak adanya santri yang mau mengaji di pesantren yang bersangkutan , oalah waktu itu pengasuh kita tidak habis fikir , padahal hal ini biasa “ kalua mau berguru ya memang harus ikut peraturan pesantren agar dapat lebih maksimal dalam belajarnya “ pungkas pengasuh kita ,

Melihat fenomena ini sebnarnya pesantren kita memiliki modal awal yang sangat pas untuk dijadikan alasan kenapa pesantren ini harus berkembang, admin rasa memang benar seperti itu realitanya , berangkat dari pengalaman admin sendiri dulu ketika admin menjadi salah satu pengurus di MSAA (mahad Sunan Ampel Al-Ali) sebutan untuk pesantren dalam kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, memang hal itu tidak mudah mengingat latar belakang mahasntri waktu itu berbeda , ada yang berasal dari pondok memang tapi ada pula yang berlatar belakang umum sehingga yang terjadi adalah proses adaptasi lagi dengan lingkungan baru yang serba penuh aturan katanya. Tapi hal baik tersebut tetap berjalan karena cita cita besar pendiri kampus ini dulu ingim mencetak ualam yang intelek dan intelek yang ulama. Dan para pendiri meyakini bahwa tidak ada yang namanya ulama itu lahir dari sekolah formal hanya pesantren lah yang dapat menciptakan kader ulama. Jadi konsep ini sangat tepat digabungkan dan itu ternyata sangat evektif dan jadi nilai jual lebih kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diamata dunia . semoga pesantren kita in semakin berkembang dan menjadi trendseter dunia islam khususnya di masalah model pendidikannya. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published.